Friday, September 18, 2009

09-09-09

09-09-09 adalah angka keberuntungan bagi beberapa orang yang mempercayai angka keramat tersebut. Mungkin karena itu banyak orang yang mengambil langkah untuk mengadakan suatu acara atau moment penting ditanggal ini, antara lain: hari pernikahan dan melahirkan. Bicara melahirkan ternyata banyak keluarga yang mengambil keputusan untuk mengambil moment ini sebagai ungkapan cinta kasih mereka terhadap calon bayi yang akan dilahirkan, arti kata banyak yang mengambil langkah untuk operasi cesar di tanggal ini agar supaya anaknya bisa dilahirkan ditanggal yang membawa keberuntungan.
Dan ditanggal inilah, Tuhan menganugerahkan berkat yang indah buat gw dan suami dengan memberikan kepercayaan untuk melahirkan,merawat,mendidik seorang anak laki-laki yang kami beri nama David Dicky Herman Stroup. Mengapa melahirkan ditanggal ini? ada beberapa teman yang bilang disengaja mengambil tanggal ini... jawabannya TIDAK sama sekali.. Kelahiran anak ini tidak disengaja dibuat ditanggal ini. Setelah melewati masa kehamilan 41 minggu dan kontraksi selama 5 hari maka dokter memutuskan untuk induksi di hari selasa, sept 8' 09 dengan harapan anak ini bisa dilahirkan ditanggal tersebut tapi setelah menunggu 20 jam dengan 3x suntikan epidural yang tidak mempan untuk membuat jalan lahir lancar, ditambah dengan lapar dan haus (karena kalau melakukan induksi tidak diperbolehkan makan dan minum tapi diberi minum lewat es), dan pembukaan cuman sampai pembukaan 3 yang kemudian dokter bilang surviknya tidak ada kemajuan maka diputuskanlah untuk mengambil tindakan operasi cesar.
Dari dokterlah gw dan suami tahu kalau tanggal kelahiran anak kami jatuh di tanggal 09-09-09 tidak pernah ada dibayangan gw dan suami untuk mengatur tanggal kelahiran anak kami. Rencana Tuhan siapa yang bisa melawan.
Operasi cesar berjalan lancar 1 jam lamanya operasi tersebut. Tidak pernah gw bayangkan akan berada di meja operasi dengan lampu besar dan suntikan spinnal (1 tingkat diatas epidural). Mengalami suntikan spinnal ini sama seperti mati 1/3 badan karena yg cuman bisa dirasakan adalah napas dengan mulut dan gerakan tangan serta kepala. Pertama kali mengalami hal ini rasa-rasanya seperti mau mati karena tidak dapat menelan ludah dan napas tersendat-sendat. Dan Tuhan tidak akan pernah menutup mata untuk anak2nya.. dokter yang melakukan anasthesi spinnal ternyata berasal dari Indonesia, siapa yang bisa mengira kalau bisa ketemu orang Indonesia di ruang operasi dan bukan cuman itu suster yang merawat gw selama 2 hari juga berasal dari Indonesia..PUJI TUHAN.
Hanya pujian syukur yang dapat gw dan suami panjatkan atas segala berkat yang sudah diberikan buat keluarga kami. Doa dan harapan kami, kami bisa diberi hikmat, kebijaksanaan, kekuatan untuk dapat merawat, mendidik, membesarkan anak ini dengan penuh kasih dan sayang sehingga boleh menjadi anak yang berguna bagi kel, orang2 disekitarnya dan terlebih bisa membawa hormat dan kemuliaan bagi nama Tuhan.
Keseluruhan nama anak ini merupakan pemberian nama dari suami.
David = middle name husband
Dicky = first name my Daddy
Herman = first name my husband daddy
Stroup = my husband family name (last name)

1 comment:

Unknown said...

wkwk..
akhirnya merasakan juga kan di atas meja operasi, di terangi pake lampu guedeeee.... dan ngeliat dokter n suster pake bj operasi n masker.. ngeliat pisaunya juga gak?? mengkilat dan silau krn kena pantulan cahaya, silver... bagaimana dengan dirikuwh yang sempat mati suri pas operasi appendix.. xixixixi.. biz operasi msh berasa aja tuh selang di tenggorokan :(
hehe